Diah Ayu Nabilla.

April 20, 2009

Ajari Anak Cinta Nusantara sejak Dini.

Diarsipkan di bawah: Berita — by Nabilla @ 7:35 pm
Tags:

KOMPERTA – Lenggak-lenggok anak-anak TK Persatuan Wanita Patra (PWP) I di atas pentas mengenakan pakaian adat Nusantara merupakan satu tontonan menarik pada peringatan Hari Kartini. Sebagian anak-anak ini ada yang terlihat serius atau tak menghiraukan penonton. Bahkan, ada yang harus terjatuh akibat tak terbiasa mengenakan pakaian daerah. Mulai dari pakaian adat khas Jawa, Sunda, Palembang, Bali h ingga ke tanah Papua tampil untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh besok (21/4). Kendati demikian, menurut Kepala TK PWP I, Normalina, kegiatan tersebut tidak hanya untuk hiburan belaka.

Dengan kegiatan ini kita ingin menanamkan rasa cinta Tanah Air dan pengenalan adat istiadat se-Nusantara,” ungkapnya, sabtu (18/4) di sela-sela acara tersebut. Anak-anak juga dituntut untuk meningkatkan sumber daya manusianya yang berakhlak mulia dan berkualitas.

Yang paling penting lagi, melalui peringatan Hari Kartini pihaknya ingin menanamkan perilaku yang santun terhadap orang tua para murid. Lebih lagi, ia menginginkan bahwa anak didiknya dapat berguna bagi Nusa dan Bangsa sesuai dengan apa yang diperjuangkan Kartini.

Serta kepada para orang tua ia berpesan untuk mendidik anak-anaknya dengan sebaik mungkin. “Karena orang tua sangat berperan penting untuk membentuk perilaku anak-anak. Yang kedua adalah lingkungan dan pergaulannya juga harus mendukung,” ungkapnya.

Dalam lomba tersebut berhasil menjadi juara I dalam lomba busana tersebut ialah Cinta. Sementara pada posisi kedua direbut oleh Karina dan juara III diduduki oleh Alia Puti Yasmin. Semetara untuk busana terbaiknya diraih oleh 18 peserta. Selain lomba tersebut, digelar juga lomba mewarnai. Kegiatan ini diikuti 149 peserta. (mg15)

Maret 27, 2009

Konsumsi Energy Drink Tiap Hari, Remaja Gagal Ginjal.

Diarsipkan di bawah: Kesehatan — by Nabilla @ 7:30 pm
Tags:

Zat pemanis, pengawet dan pewarna dalam minuman berenergi (energy drink) mengganggu kesehatan. “Kerja ginjal akan semakin berat dengan adanya bahan-bahan tersebut,” kata dr Pandji Mulyono SpPD KEMD, spesialis panyakit dalam dari RSAL dr Ramelan Surabaya. Hal itu berisiko organ ginjal lelah dan akhirnya rusak. Inilah pencetus gagal ginjal.

Ferry Himawan (17), salah seorang pasien gagal ginjal kronis (GGK), didiagnosis menderita gangguan tersebut dua tahun lalu. Saat ini, dia harus rutin menjalani cuci darah. Diduga, Ferry menderita GGK karena terlalu sering mengonsumsi minuman berenergi sepulang dari sekolah.

“Saya suka sekali minuman itu karena memang menyegarkan,” ujarnya, ketika ditemui di Instalasi Hemodialisa RSU dr Soetomo Surabaya beberapa hari lalu. Akibatnya, anak dari pasangan suami istri Suko Basuki – Susanti tersebut menjalani cuci darah tiga hari sekali.

Ferry mulai merasakan gangguan di tubuhnya sejak April 2007. Saat itu, dia sering sesak nafas. Terutama sepulang dari sekolah atau bermain bersama teman-temannya. “Kalau sesak nafas, ya harus langsung rebahan,” jelas Suko Basuki. Selain itu, pipi remaja tersebut membengkak disertai suhu tubuh meninggi. Setelah berobat dan periksa laboratorium dibeberapa tempat, Ferry dinyatakan GGK.

Selain GGK, kalori tinggi pada minuman berenergi juga menjadi pencetus sindrom metabolik. Terutama obesitas. (ai/nda)

Minuman Energi Berstimulan.

Diarsipkan di bawah: Kesehatan — by Nabilla @ 6:43 pm
Tags:

Untuk mengatasi kelelahan, sebagian masyarakat cenderung mengonsumsi minuman penambah energi. Bentuknya effervescent maupun siap minum. Sayang, masih sedikit konsumen yang paham cara penggunaan secara tepat.

Menurut FX Wahyurin Mitano SKM, minuman berenergi terdiri atas pemanis buatan, penambah rasa, pewarna, asam fosfat, kafein, dan beberapa mineral. Selain itu, menurut wanita yang akrab disapa Ririen itu, ditemukan asam amino taurin atau karnitin, ganggang spirulina atau chlorella, royal jelly, serta bee pollen. Ada juga vitamin B kompleks, B1, B2, B3, B5, B6, biotin, dan ginseng. Ahli gizi RSU dr Soetomo tersebut mengatakan, kandungan vitamin B komplek berperan menyediakan energi serta proses pembentukan sel darah merah.

Menurut dr Dewanto Tedjo SpPD, beberapa vitamin yang dikonsumsi secara berlebih mengganggu liver. Yakni, vitamin A, D, E, serta K. Vitamin tersebut disimpan dalam hati. “Apa pun jika berlebihan bakal berdampak buruk,” katanya.

Kafein menstimulasi neurotransmitter. Jadi, seseorang berfikir lebih jernih, tak mudah ngantuk, serta lelah. Selain itu, kafein yang biasanya terdapat pada kopi mampu meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh. Terutama dalam hal pembentukan energi. “Makanya, setiap mengonsumsi minuman berenergi, tubuh terasa lebih enak. Capek hilang, papar Ririen.

Namun, efek energi tersebut hanya sementara. Dia menjelaskan, dalam sebotol minuman berenergi (isi 150 mililiter) maksimum terkandung 50 miligram kafein. Itu sesuai ketentuan Balai Pengawas Obat dan Makanan. Batas aman konsumsi kafein perhari adalah 150 miligram.

Kebanyakan kafein mengakibatkan tidak bisa tidur, kejang, tubuh gemetar, jantung berdebar, atau lambung sakit. Karena itu, penderita penyakit jantung, darah tinggi, dan diabetes seharusnya tak mengonsumsi minuman berenergi. “Kalau peminum dalam kondisi sehat, ya tidak apa-apa,” jelasnya.

Menurut Dewanto, metabolisme liver atau hati meningkat karena bahan stimulan tersebut. Reaksi toksisitas itu dapat bersifat langsung dan tidak langsung. “Kalau langsung, reaksi terjadi dalam hitungan jam. Biasanya bersifat fatal,” jelas spesialis penyakit dalam dari RS Mitra Keluarga Surabaya itu. Efek tidak langsung bersifat akumulasi jangka panjang. Reaksinya juga lambat. “Tapi, menimbulkan kerusakan hati luas,” ujarnya. Ririen tak menganjurkan mengonsumsi minuman berenergi. Apalagi, rutin setiap hari. (ai/dio/nda)

Desember 31, 2008

Tidur Nyenyak Penting bagi Pertumbuhan Anak.

Diarsipkan di bawah: Tips & Info — by Nabilla @ 4:03 pm
Tags: ,

JANGAN sepelekan kebutuhan tidur, terutama pada anak. Karena, saat tidur pertumbuhan otak anak khususnya balita (bayi di bawah lima tahun) mencapai puncaknya. Otak juga mengonsolidasikan segala memori dan pengetahuan baru. Menurut Dr Liniyanti D Oswari MNS MSc, dosen biokimia FK Unsri pada seminar gaya hidup sehat beberapa waktu lalu, masalah gangguan tidur tak hanya terjadi di Indonesia, tapi diseluruh negara seperti Beijing, Cina dan lain-lain. Anak dikatakan mengalami gangguan tidur jika pada malam hari tidurnya kurang nyenyak, selalu rewel, dan menangis.

“Namun sayang, banyak orangtua yang belum menyadari bahwa tidur berkualitas merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan anaknya,” ujarnya. Liniyanti sapaan akrab perempuan ini mengatakan, besaran jumlah jam tidur anak, disesuaikan dengan tingkatan umurnya. Untuk bayi baru lahir biasanya tidur selama 16-20 jam perhari. Bayi usia 2-12 bulan jumlah waktu tidurnya mencapai 9-12 jam pada malam hari dengan tidur siang 1-4 kali sehari.

Sedangkan anak usia 12 bulan sampai 3 tahun, biasanya tidur 12-13 jam sehari dengan rata-rata tidur siang satu kali saja. Kalau anak berusia 6 tahun membutuhkan tidur 10 jam perhari dan biasanya anak usia ini dapat tidak membutuhkan tidur siang lagi. “Lalu untuk anak remaja yakni usia 12 tahun keatas memerlukan sekitar 9 jam untuk tidur atau istirahat. Perlu diingat orang yang tidur 8 sampai 9 jam semalam mempunyai hasil kerja jauh lebih baik daripada orang-orang yang tidur kurang atau lebih dari 9 jam,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas tidur anak. Faktor pertama terkait dengan masalah fisik seperti rasa lapar dan haus serta adanya gangguan pada gigi, telinga, kulit, saluran cerna, saluran napas, saluran kemih, otot atau tulangnya. “Makanan dan minuman juga berpengaruh. Bayi lebih gampang tidur dalam keadaan kenyang. Dan jenis makanan atau minuman tertentu, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat asma juga mempengaruhi tidur balita,” ujarnya seraya menambahkan faktor lainnya adalah masalah psikis terkait dengan tahapan perkembangan anak, pola asuh, temperamen, aktivitas dan faktor lingkungan. Sementara itu pada orang dewasa, katanya ada beberapa tanda jika ha kekurangan tidur. Antara lain adanya gangguan emosi. Dimana emosi orang yang kurang tidur akan semakin tinggi,” ujar Yanti sapaan akrab perempuan ini.

Selain gangguan emosi, katanya tanda lainnya jika seseorang kekurangan tidur yaitu tungkai kaki keram, dan bicara yang tidak teratur. Kemudian tanda lainnya berupa ketidakmampuan mata fokus dan kepribadian yang kacau. “Untuk mengatasi masalah tidur ini adalah baiknya mulai dari sekarang kita harus memperhatikan kebutuhan tidur atau istirahat. Perlu diingat juga bagi mereka yang ada gangguan tidur sebaiknya tidak mengonsumsi kopi, coklat, dan teh. Yang terpenting lagi jangan tidur siang,” sarannya.

Tak hanya memperhatikan kebutuhan tidur, ada baiknya seseorang perlu berlibur bersama keluarga. Ini dimaksudkan untuk menyegarkan dari pekerjaan dan tugas rutin. Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur, terutama pada anak. Salah satunya dengan memperhatikan kondisi kenyamanan ruang tidur anak. Orangtua, lanjutnya juga harus mengenali atau mengidentifikasi serta mengatasi gangguan fisik dan psikis pada bayi dan balita. Lalu pastikan kenyamanan ruang tidur atau lingkungan tidur bayi atau balita.

“Dengan ventilasi yang baik dan suhu udara yang sesuai, dan suasana tenang anak akan merasa nyaman dan nyenyak untuk tidur,” bebernya. Kemudian, pastikan juga bayi diantar tidur pada keadaan perut kenyang dan tubuh bersih. Perkenalkan kebiasaan tidur yang baik sejak dini, dengan menerapkan rutinitas tidur secara konsisten dengan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan. (21)

Sumatera Ekspres, Rabu, 31 Desember 2008.

Tidur Nyenyak Penting bagi Pertumbuhan Anak (Bagian 2).

Diarsipkan di bawah: Tips & Info — by Nabilla @ 2:43 pm
Tags:

Lanjutan..

Selain gangguan emosi, katanya tanda lainnya jika seseorang kekurang tidur yaitu tungkai kaki keram, dan bicara yang tidak teratur. Kemudian tanda lainnya berupa ketidakmampuan mata fokus dan kepribadian yang kacau. “Untuk mengatasi masalah tidur ini adalah baiknya mulai dari sekarang kita harus memperhatikan kebutuhan tidur atau istirahat. Perlu diingat juga bagi mereka yang ada gangguan tidur sebaiknya tidak mengonsumsi kopi, coklat, dan teh. Yang terpenting lagi lagi jangan tidur siang,” sarannya.

Tak hanya memperhatikan kebutuhan tidur, ada baiknya seseorang perlu berlibur bersama keluarga. Ini dimaksudkan untuk penyegaran dari pekerjaan dan tugas rutin. Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur, terutama pada anak. Salah satunya dengan memperhatikan kondisi kenyamanan ruang tidur anak. Orangtua, lanjutnya juga harus mengenali atau mengidentifikasi serta mengatasi gangguan fisik dan psikis pada bayi dan balita. Lalu pastikan kenyamanan ruang tidur atau lingkungan tidur bayi atau balita.

“Dengan ventilasi yang baik dan suhu udara yang sesuai, dan suasana tenang anak akan merasa nyaman dan nyenyak untuk tidur,” bebernya. Kemudian, pastikan juga bayi diantar tidur pada keadaan perut kenyang dan tubuh bersih. Perkenalkan kebiasaan tidur yang baik sejak dini, dengan menerapkan rutinitas tidur secara konsisten dengan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan. (21)

(Sumatera Ekspres, Rabu, 31 Desember 2008).

Desember 26, 2008

Cegah Osteoporosis Sebelum Terlambat.

Diarsipkan di bawah: Kesehatan — by Nabilla @ 3:53 pm
Tags: ,

Osteoporosis atau keropos tulang sering disebut “silent disease” atau si pencuri tulang. Hal ini disebabkan karena pada saat pengeroposan tulang terjadi sering tanpa keluhan yang nyata. Menurut dr H Kgs Junaidi AR SpPD, pada umumnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala-gejala klinis, kecuali bila telah terjadi fraktur osteoporosis. Adanya fraktur osteoporosis ini sebenarnya merupakan tanda peringatan yang sudah agak terlambat.

“Setelah fraktur seringkali kesehatan pasien mundur dengan drastis. Sehingga akan lebih bermanfaat bila kita dapat mendiagnosis dini osteoporosis,” ujar dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru Palembang ini. Ada beberapa faktor risiko yang sebenarnya merupakan peringatan penting, mengarah pada diagnosis osteoporosis. Faktor itu antara lain etnik Caucasia, Asia, asupan kalsium yang rendah, kurus, gaya hidup dengan aktivitas fisik kurang, gangguan fungsi gonad, obat khususnya kortikosteroid dan penyakit kronik immobilitsassi.

“Selain itu faktor lainnya seperti perokok, post reseksi usus, riwayat keluarga dengan fraktur osteoporotik, latake Na, kafein, protein yang berlebihan dalam waktu lama,” jelasnya. Junaidi mengatakan, mengingat osteoporosis tanpa gejala sering kali osteoporosis ditetapkan agak terlambat. Adanya tinggi badan yang makin memendek dan perubahan postur tubuh yang makin membungkuk dapat merupakan gejala osteoporosis yang sudah agak lanjut.

“Kadang-kadang dapat juga dijumpai adanya deformitas pada tulang belakang. Penderita mengalami benturan yang mengakibatkan tulangnya langsung patah. Dengan begitu tulang vertebrata langsung bengkok dan si penderita langsung merasakan nyeri punggung,” jelasnya. Berdasarkan WHO 1994, osteoporosis adalah suatu nilai densitas massa tulang (bone mass density = BMD) dibawah 2,5 standar deviasi atau lebih dibandingkan dengan nilai rata-rata BMD perempuan dewasa muda. Sedangkan nilai BMD diantara -1,5 sampai -2,5 standar deviasi disebut sebagai osteopenia.

“Umur merupakan faktor yang penting dalam menentukan densitas massa tulang. Resiko untuk BMD yang rendah dan osteoporosis meningkat secara eksponensial sesuai dengan umur baik pada perempuan maupun laki-laki,” tuturnya.

Defesiensi estrogen dan testoteron sangat berperan terjadinya osteoporosis pada perempuan pasca enopause dan laki-laki pada usia lanjut. Prevalensi fraktur osteoporosis laki-laki tidak tinggi setinggi perempuan.

Junaidi menjelaskan, diagnosis osteoporosis tentunya ditetapkan dengan melakukan pengukuran langsung terhadap massa tulang dengan densitometer. Densitometer tulang merupakan pemeriksaan yang akurat untuk menilai sedimikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menetapkan diagnosis, faktor prognosis dan prediksi fraktur osteoporosis. “Pemeriksaan radiologik atau foto tulang tidak sensitif untuk mendiagnosis osteoporosis. Pemeriksaan radiologik pada tulang belakang sangat baik untuk mencari fraktur kompreasi, fraktur baji atau fraktur bikonkf,” unkapnya.

Pencegahan osteoporosis sangat penting mengingat pengobatan seringkali membutuhkan biaya yang sangat mahal. Upaya pencegahan ini sebaiknya dimulai dengan menabung tulang sejak kecil atau bahkan sejak masih dalam kandungan. “Asupan kalsium yang cukup 100 mg/hari untuk usia remaja dan 1500 mg/hari untuk usia lanjut. Perhatikan asupan vitamin D terutama bila kurang terpapar pada sinar matahari, latihan fisik teratur, semua itu merupakan beberapa hal upaya pencegahan osteoporosis,” sarannya. Selain itu, hindari alkohol dan merokok, kenali resiko tinggi, dan perkecil kemungkinan jatuh juga merupakan upaya pencegahan penyakit ini. (21)

Cegah Osteoporosis Sebelum Terlambat (2).

Diarsipkan di bawah: Kesehatan — by Nabilla @ 3:35 pm

Lanjutan..

Junaidi menjelaskan, diagnosis osteoporosis tentunya ditetapkan dengan melakukan pengukuran langsung terhadap massa tulang dengan densitometer. Densitometer tulang merupakan pemeriksaan yang akurat untuk menilai densitas massa tulang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menetapkan diagnosis, faktor prognosis dan prediksi fraktur osteoporosis. “Pemeriksaan radiologik atau foto tulang tidak sensitif untuk mendiagnosis osteoporosis. Pemeriksaan radiologik pada tulang belakang sangat baik untuk mencari fraktur kompreasi, fraktur baji atau fraktur bikonkf,” ungkapnya.

Pencegahan osteoporosis sangat penting mengingat pengobatan seringkali membutuhkan biaya yang sangat mahal. Upaya pencegahan ini sebaiknya dimulai dengan menabung tulang sejak kecil atau bahkan sejak masih dalam kandungan. “Asupan kalsium yang cukup 100 mg/hari untuk usia remaja dan 1500 mg/hari untuk usia lanjut. Perhatikan asupan vitamin D terutama bila kurang terpapar pada sinar matahari, latihan fisik yang teratur, semua itu merupakan beberapa hal upaya pencegahan osteoporosis,” sarannya. Selain itu, hindari alkohol dan merokok, kenali resiko tinggi, dan perkecil kemungkinan jatuh juga merupakan upaya pencegahan penyakit ini. (21)

September 25, 2008

Madu Lebih Hebat Dari Obat Batuk.

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — by Nabilla @ 2:38 pm
Tags:

Siapapu pasti tahu, madu bisa menjadi obat mujarab untuk menyembuhkan berbagai macam gejala penyakit ringan. Dan kini, eksistensi madu semakin kuat dengan hasil riset para peneliti dari Pennsylvania State University diHershey, Amerika Serikat, belum lama ini. Menurut temuan itu, madu terbukti efektif meringankan batuk pada anak-anak dan membantu mereka tidur nyenyak dimalam hari. Pengobatan dengan madu bahkan lebih baik dibanding sirup obat batuk yang mengandung dextromethorphan.

“Hasilnya begitu meyakinkan sehingga kami dapat menyatakan dengan jelas bahwa madu lebih baik ketimbang dextromethorphan atau tanpa pengobatan sama sekali,” ungkap Dr Ian M Paul, salah satu peneliti. “Banyak keluarga terkait dengan temuan ini dan mereka akan mengatakan bahwa nasehat nenek benar adanya,” tambah Ian M Paul yang mempublikasikan hasil studi ini dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine edisi Desember 2007 lalu.

Sejauh ini, pengobatan untuk batuk yang disebabkan ISPA atau pilek biasa belum ada yang benar-benar efektif. Walaupun dextromethorphan banyak digunakan, tetapi belum ada bukti bahwa obat ini benar-benar manjur. Beberapa dokter anak yang membaca hasil studi ini merekomendasikan bahwa madu dapat dijadikan alternatif dalam mengatasi batuk pada anak. Namun mereka menyarankan, sebaiknya madu
tak diberikan pada anak dibawah satu tahun karena beresiko mengalami botulism atau keracunan.

Dalam studinya, para peneliti melibatkan 105 anak pengidap infeksi pernafasan atas pada sebuah klinik diPennsylvania. Para orang tua anak ini diberi masing-masing sebuah kantong berisi obat beserta petunjuk dosisnya. Sebagian kantong tidak dilengkapi obat. Beberapa kantong berisi obat dextromethorphan dengan aroma madu, sedang lainnya berisi madu dengan dosis serupa. Para peneliti mengumpulkan data mengenai gejala batuk serta tidur anak-anak dari orang tua mereka, baik sebelum maupun pasca pengobatan. Seluruh anak mengalami kemajuan, tetapi yang mengonsumsi madu secara konsisten mencatat rata-rata skor tertinggi dalam penurunan frekuensi dan tingkat keparahan batuk mereka. Anak yang minum madu pun mengalami perbaikan dalam kualitas tidur mereka. (cnc)

Didukung oleh WordPress.com