KOMPERTA – Lenggak-lenggok anak-anak TK Persatuan Wanita Patra (PWP) I di atas pentas mengenakan pakaian adat Nusantara merupakan satu tontonan menarik pada peringatan Hari Kartini. Sebagian anak-anak ini ada yang terlihat serius atau tak menghiraukan penonton. Bahkan, ada yang harus terjatuh akibat tak terbiasa mengenakan pakaian daerah. Mulai dari pakaian adat khas Jawa, Sunda, Palembang, Bali h ingga ke tanah Papua tampil untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh besok (21/4). Kendati demikian, menurut Kepala TK PWP I, Normalina, kegiatan tersebut tidak hanya untuk hiburan belaka.
“Dengan kegiatan ini kita ingin menanamkan rasa cinta Tanah Air dan pengenalan adat istiadat se-Nusantara,” ungkapnya, sabtu (18/4) di sela-sela acara tersebut. Anak-anak juga dituntut untuk meningkatkan sumber daya manusianya yang berakhlak mulia dan berkualitas.
Yang paling penting lagi, melalui peringatan Hari Kartini pihaknya ingin menanamkan perilaku yang santun terhadap orang tua para murid. Lebih lagi, ia menginginkan bahwa anak didiknya dapat berguna bagi Nusa dan Bangsa sesuai dengan apa yang diperjuangkan Kartini.
Serta kepada para orang tua ia berpesan untuk mendidik anak-anaknya dengan sebaik mungkin. “Karena orang tua sangat berperan penting untuk membentuk perilaku anak-anak. Yang kedua adalah lingkungan dan pergaulannya juga harus mendukung,” ungkapnya.
Dalam lomba tersebut berhasil menjadi juara I dalam lomba busana tersebut ialah Cinta. Sementara pada posisi kedua direbut oleh Karina dan juara III diduduki oleh Alia Puti Yasmin. Semetara untuk busana terbaiknya diraih oleh 18 peserta. Selain lomba tersebut, digelar juga lomba mewarnai. Kegiatan ini diikuti 149 peserta. (mg15)